Renungan Islam | Semut pun Saling Berkasih Sayang

 

Advertisements

Renungan Islam, Keikhlasan Seorang Ibu ( Al-Khansa bin Amru )

Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr :

“Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang dii ufuk barat Kalaulah tidak kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat mereka, nescaya aku bunuh diriku.”

Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diajar ilmu bersyair dna dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mengajar anaknya sejak kecil lagi agar jangan takut menghadapi peperangan dan cabaran. Continue reading

Renungan Islam | Evil Inside

Syaitan telah meyakini bahwa dirinya telah binasa. Bahawa ia termasuk penduduk Neraka. Dan ia pasti masuk ke dalamnya tanpa dapat menghindar sama sekali. Oleh kerana itu ia berusaha menyesatkan bani Adam agar mereka boleh masuk bersama-sama ke dalam Neraka. Bahkan syaitan bersumpah untuk melakukan tekadnya itu. Allah Ta’ala berfirman:

“Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (Shad: 82-83)

Allah juga mengabarkan bahwa di kalangan manusia juga ada yang berperanan sebagai syaitan. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, iaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin.” (Al-An’am: 112) Continue reading

Sudahkah Kita Diam?

Saat Diam Menjadi Emas.

Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.“, hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

1. Jenis-jenis Diam

Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:

a. Diam Bodoh
Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.

Continue reading

Tidak Harus Bersabar

Tidak Harus Bersabar

Kisah pribadi, sangat sering saya alami..

ada kalanya saya bertanya pada diri sendiri:

” kenapa saya harus bersabar menghadapi orang seperti dia?”

 

lalu ada yang berbisik kepada saya:

telinga kiri: balas dg yg lbih dari itu, tunjukan pada dia siapa kamu sebenarnya, buat dia menyesal slamanya..

telinga kanan: Hal2 buruk yg dilakukannya padamu adalah tabungannya untuk akhirat, karena ALLAH yg akan membalasnya. kalo kamu membalasnya dg hal serupa, lalu apa bedanya kamu dg dia?

Sering kali saya memilih untuk menutup telinga dan menganggap tdk trjadi apa2.

saya tdk bisa mengikuti telinga kanan karena saya bukanlah orang yg sabar. saya jg tidak bisa mengikuti telinga kiri karena saya tidak ingin menjadi orang yang rugi.

saya memilih jln tengah antara keduanya dg menghapus memori kejadian itu dari pikiran saya, sehingga saya TIDAK HARUS BERSABAR dan tdk harus membalasnya..

( anang n )

 

Pilihan selalu ada ditangan kita. kita sangat bisa membalas apa yang dilakukan orang kepada kita. Baik itu hal buruk, maupun hal baik. Pada saat hal baik yang kita terima, maka membalasnya dengan hal baik adalah logika yang paling manusiawi. Tapi pada saat kita menerima hal buruk,  apa yang akan kita lakukan?

 

Renungan untuk hari ini. Mari kita evaluasi diri kita mulai dari sekarang..

Huaaa… Lagi terobsesi Cutting Sticker..

 

Cutting Sticker

Mungkin sudah terlambat misalkan sekarang kita baru menyadari bahwa musimnya sticker dikalangan para remaja memberikan begitu banyak peluang bagi kita untuk mencoba bisnis ini. Tapi bagi anda yang berminat untuk memulai bisnis ini, tidak ada kata terlambat untuk memulai .

Cutting sticker menjadi asesoris yang sangat digemari karena karakteristik yang unik dibandingkan sticker pada umumnya. Bagian yang menempel hanya bagian desain yang diinginkan. tidak ada space sisa yang harus diberikan seperti pada stiker biasa. Saya sendiri sangat tertarik dengan asesoris jenis ini dan punya rencana bisnis sticker lewat internet. Membuat toko online bukan hal sulit, yang sulit sekarang adalah mencari produsen yang mudah diajak kerjasama.

Bagi anda yang ingin memulai bisnis ini, jangan ditunda dan silahkan mulai dari sekarang..