Larangan Membuka Rahasia Sesama

  1. Sahabat Ibnu Umar ra berkata: Rasulullah saw pada suatu ketika naik mimbar, lalu dengan suara lantang beliau memanggil: “Wahai orang yang beriman hanya dengan lisan, dan perkataan iman itu tidak sampai di hati, janganlah kamu menyakiti kaum muslimin dan jangan pula membuka rahasia mereka. Barangsiapa membuka rahasia sesama muslim, maka Allah akan membuka rahasia dirinya. Dan barangsiapa suka membuka rahasia orang lain, pasti rahasia dirinya akan terbuka dengan lebih keji sekalipun rahasia itu berada di dalam perut binatang kendaraannya.” (HR. Tirmidzi).
  2. Sahabat Muawiyah ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Apabila kamu membuka rahasia umat manusia, berarti kamu telah menghancurkan mereka. Atau kamu telah membuat mereka sengsara.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban di dalam kitab shahihnya)
  3. Imam Muslim dan Abi Dawud mengetengahkan sebuah riwayat, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Barangsiapa meringankan beban penderitaan seorang muslim dari penderitaan-penderitaan dunia, maka Allah akan meringankan penderitaannya besok pada hari kiamat. Dan barangsiapa merahasiakan rahasia orang muslim, maka Allah akan merahasiakan pula raha­sia dirinya kelak pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah selalu memberikan pertolongan kepada seseorang selagi dia mau memberikan pertolongan kepada saudaranya sesama musl’m.”
  4. Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Barangsiapa mencuri pandang melihat ke rumah sekelompok kaum, maka bagi mereka halal untuk mencukil mata orang itu.” (HR. Bukhari dan Mushm).
  5. Sahabat Ibnu Abbas ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: “Barangsiapa memerintahkan bersabar sedangkan dia sendiri tidak meniiliki kesabaran, maka dia akan dipaksa untuk, mengikat dua biji syair (gandum), yang tentu saja dia tidak bakalan bisa. Barangsiapa menguping pembicaraan orang lain, yang apabiia mereka tahu pembicaraarinya dikuping akan marah, maka kelak di akhirat telinganya akan disiram dengan timah yang mendidih. Dan barangsiapa menggambar sesuatu yang bernyawa, maka kelak dia akan dipaksa untuk memberikan roh, yang tentu saja dia tidak akan mampu melakukannya.” (HR. Bukhari dan yang lain).

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s