Renungan Hadits | Kisah Nyata Luar Biasa, Berlomba dalam Bersedekah

Sahabat Jabir ra telah berkata: Pada suatu hari kami berada di sisi Rasulullah. Tiba-tiba datang sekelompok orang yang tidak berpakaian layak dan kelihatan kotor, serta menenteng senjata. Kebanyakan mereka dari Bani Mudhar, bahkan boleh dikata seluruhnya dari Bani Mudhar. Wajah Rasulullah kelihatan sangat prihatin menyaksikan penderitaan dan kefakiran yang menimpa orang-orang tersebut. Lalu Rasulullah saw keluar, dan memerintahkan kepada Bilal untuk mengumandangkan azan. Continue reading

Advertisements

Renungan Hadits | Buruknya Prasangka

Abi Hurairahra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab berprasangka adalah sejelek-jelek pembicaraan. Janganlah kamu saling mencari kejelekan orang lain, janganlah saling bermegah-megahan, dan janganlah saling dengki mendengki. Janganlah saling mengumbar emosi, dan janganlah saling menjauhi. Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersatu dan bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu. Seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara, yang di antara mereka dilarang saling menganiaya, saling menghina, dan saling naeremehkan. Taqwa adalah di sini (sambil Rasulullah memberi isyarah ke arah dada). Cukuplah seorang muslim dikatakan melakukan kejelekan apabila dia menghina sesama muslim. Seorang muslim dengan muslim lainnya harus saling menjaga darah, kehormatan, dan harta kekayaannya.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

hadits lain tentang prasangka disini

Renungan Hadits | Anti yang Haram

Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Kelak akan datang kepada umat manusia suatu masa dimana mereka tidak memperdulikan lagi cara bekerja, entah haram entah halal yang penting mendapat penghasilan. (HR. Bukhari dan Nasai). Continue reading

Renungan Hadits | Masihkah kita layak disebut hidup?

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِيْ لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan orang yang menyebut (nama) Tuhannya dengan orang yang tidak menyebut (nama)-Nya, laksana orang hidup dengan orang yang mati ”.

HR. Bukhari dalam Fathul bari: 11/208.

 

mari kita bertanya pada diri kita, masihkah kita layak disebut “hidup”?

sedikit renungan, semoga bermanfaat..

Renungan Hadits | Masih suka menyombongkan diri dan takabur?

Sahabat Abdillah bin Mas’ud ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: “Seseorang yang di dalam hatinya masih terdapat rasa takabur walau hanya seberat biji sawi dia tidak akan berhak masuk sorga.” Kemudian ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, terus bagaimana halnya dengan seseorang yang suka memakai pakaian bagus dan sepatu bagus?” Jawab Rasulullah: “Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang bagus, dan cinta kepada segala kebagusan. Sedang yang dinamakan takabur adalah mengingkari kebenaran serta sombong terhadap sesama manusia.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

mari belomba-lomba menjadi kekasih ALLAH SWT dengan berlomba-lomba meninggalkan semua yang dibenciNya dan menjalankan semua yang disukaiNya.

sedikit renungan, semoga bermanfaat.

Renungan Hadits | Ampunan ALLAH Sangatlah Luas

  • Dari Abu Sa’id (Sa’ad bin Malik bin Sinan) al-Khudry berkata: Rasulullah saw bersabda, “Pernah terjadi pada umat terdahulu seseorang yang telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa kemudian ingin bertaubat maka ia pun mencari seorang alim lalu ditunjukkan kepadanya seorang pendeta maka ia pun bertanya, “Sesungguhnya saya telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa apakah ada jalan bagiku untuk bertaubat?” Jawab pendeta, “Tidak ada” Seketika pendeta itupun dibunuhnya sehingga genaplah seratus orang yang telah dibunuhnya. Kemudian ia mencari orang alim lainnya dan ketika telah ditunjukkan iapun menerangkan bahwa ia telah membunuh seratus orang apakah ada jalan untuk bertaubat? Jawab si alim, “Ya, ada dan siapakah yang dapat menghalangimu untuk bertaubat? Pergilah ke dusun itu karena di sana banyak orang-orang yang taat kepada Allah. Maka berbuatlah sebagaimana perbuatan mereka dan jangan kembali ke negerimu ini karena negerimu ini adalah tempat penjahat.” Maka pergilah orang itu tetapi di tengah perjalanan mendadak ia mati. Maka bertengkarlah Malaikat rahmat dengan Malaikat siksa. Malaikat rahmat berkata, “Ia telah berjalan untuk bertaubat kepada Allah dengan sepenuh hatinya.” Malaikat siksa berkata, “Ia belum pernah berbuat kebaikan sama sekali.” Maka datanglah seorang Malaikat berupa manusia yang menjadi juru penengah (hakim) di antara mereka. Ia berkata, “Ukur saja jarak antara dusun yang ditinggalkan dan yang dituju maka kemana ia lebih dekat, masukkanlah ia kepada golongan orang sana. Maka diukurlah kedua jarak itu dan ternyata lebih dekat kepada dusun orang-orang baik yang dituju, kira-kira terpaut sejengkal. Maka dipeganglah ruhnya oleh Malaikat rahmat.”
    (Bukhari – Muslim)

SUBHANALLAH.. betapa besarnya ampunan ALLAH atas hambaNya yang benar-benar bertaubat.

Saudaraku, mari bertaubat sebelum sebelum telat..

sedikit renungan, semoga bermanfaat.

Renungan Hadist | Mengingat ALLAH, Surga, dan Neraka

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang bersumber dari seorang shahabat yang bernama Hanzholah Al-Usaiydi radhiyallahu ‘anhu, dia adalah seorang juru tulis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau (Hanzholah) berkata, “Abu Bakar datang menemuiku, lalu bertanya, “Bagaimana keadaanmu wahai Hanzholah?” Dia (Hanzholah ) berkata, “Saya mengatakan, “Hanzholah telah “munafik”. Abu Bakar berkata, “Subhanallah! Apa yang engkau ucapkan (wahai Hanzholah)?” Dia (Hanzholah) berkata, “Saya mengatakan, “Ketika kita bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mengingatkan kita tentang surga dan neraka, maka seolah-olah kita melihatnya, namun tatkala kita keluar dari majlisnya, berkumpul dengan isteri-isteri dan anak-anak, serta disibukkan dengan hal-hal lainnya, maka kita lupa banyak hal.” (Lupa surga, lupa neraka, lupa mengingat Allah, pentj). Abu Bakar berkata, “Demi Allah kami juga mengalami hal yang sama seperti itu.” Maka saya dan Abu Bakar keluar untuk menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu saya berkata, “Wahai Rasulullah, Hanzholah telah “munafik”! (Mendengar hal itu) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berkata, “Ada apa?” Saya pun mengatakan, “Wahai Rasulullah, tatkala kami ada bersamamu, engkau mengingatkan kami tentang surga dan neraka, maka seolah-olah kami melihatnya, namun tatkala kami keluar dari majlismu, berkumpul dengan isteri-isteri dan anak-anak serta disibukkan dengan hal-hal lainnya, maka kami lupa banyak hal.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, jika kalian senantiasa dalam kondisi seperti berada di sisiku yaitu selalu berzikir (ingat Allah), maka sungguh para malaikat menyalami kalian, walau kalian berada di atas alas tidur (berada di rumah, pentj.), atau sedang berada di jalan-jalan (berada di luar rumah, pentj.) Akan tetapi wahai Hanzholah, sesaat dan sesaat, beliau mengulangi tiga kali.” Continue reading

Renungan Hadits, Akhlak Rasulullah SAW.

 

 

Perilaku seseorang merupakan wujud akal dan kunci untuk mengenal hati nuraninya. ‘Aisyah Ummul Mukminin putri Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma seorang hamba terbaik yang mengenal akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan yang dapat menceritakan secara detail keadaan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah orang yang paling dekat dengan beliau baik saat tidur maupun terjaga, pada saat sakit maupun sehat, pada saat marah maupun ridha.

Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan: “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan.” (HR. Ahmad). Continue reading

Renungan Hadist, Tentang Berprasangka

 

 

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: “Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab prasangka adalah sejelek-jelek perbuatan (pembicaraan). Janganlah kamu saling mencari-cari kejelekan dan kesalahan orang lain, Janganlah saling menghina, Janganlah saling dengki mendengki, Janganlah saling jauh menjauhi, dan Janganlah saling mengumbar emosi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari)

Nasehat luar biasa dari Rasulullah saw, pelajaran untuk kita dalam melakukan interaksi islami dengan saudara-saudara kita.

 

Sedikit renungan untuk hari ini.

Semoga bermanfaat.