Renungan | Tips Sehat Rasulullah saw

Saya rasa kita semua sepakat bahwa Rasulullah adalah sosok yang sangat tangguh. Baik hati dan fisik beliau begitu kokoh hingga membuat semua musuh dari golongan setan dan manusia takut kepada beliau. Dari beberapa hadits tentang kesehatan, Rasulullah memberikan resep sehat kepada kita semua agar kita bisa menjadi sosok yang senantiasa sehat dan kuat.

Pengobatan dengan bahan-bahan bermanfaat

1. Habbatussauda’ (jintan hitam).

habbatassauda’ adalah obat bagi semua penyakit kecuali kematian. ( Hadits Riwayat Bukhari ) Dan berobatlah dengannya.” ( Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim ) Continue reading

Advertisements

Renungan | Kunci Rizki, Ternyata Tidak Susah

renungan islam, kunci rizkiKita semua sebagai manusia menghendaki hidup yang nyaman, bahagia, dan serba kecukupan. Untuk itu, setiap hari kita luangkan banyak waktu kita untuk pergi bekerja dan berharap rikzi selalu datang kepada kita. Tapi inilah dunia, tempat dimana kita tidak tahu kapan dan dimana kita akan mendapatkan rizki  kita. Tapi bagi orang yang percaya akan kekuatan ALLAH, rizki adalah suatu yang pasti untuk seluruh umat manusia didunia. Hanya permasalahannya adalah setiap manusia mempunyai rizkinya masing-masing. Ada yang hidupnya selalu dilimpahkan rizki, ada yang selalu kekurangan. ada yang selalu senang, ada yang selalu sedih. maka akan timbul pertanyaan, bagaimana kita bisa mendapati hidup kita selalu dalam limpahan rizki dari ALLAH SWT? Continue reading

Renungan | Manusia yang selalu menderita

ada 5 tipe manusia yang hidupnya selalu menderita:

  1. Manusia yang mengira bahwa hidup ini selalu mulus.
  2. Manusia yang mengira bahwa dia akan selalu menghadapi peristiwa yang diharapkan.
  3. Manusia yang mengira bahwa dia akan selalu dicintai orang lain.
  4. Manusia yang terlalu mencintai sesuatu.
  5. manusia yang tidak bergantung pada ALLAH SWT.

Untuk itu, jika kita ingin hidup bahagia, kita harus mempunyai kesiapan:

  1. Siap menjalani hidup yang berliku-liku, penuh hambatan dan gangguan.
  2. Siap menjalani peristiwa yang tidak diharapkan.
  3. Siap dibenci orang.
  4. Siap untuk tidak terlalu mencintai benda atau manusia lainnya.
  5. Siap menggantungkan semua hanya pada ALLAH SWT saja.

Saudaraku, Sudahkah kita siap?

Sedikit renungan, semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Peluang Investasi

Contoh Bocah Surga. Baca dan Menangislah..

Selalu Ada Kemudahan

Sabar Menyikapi Musibah

Bosan Hidup

Manusia yang selalu menderita

Tips Belajar Efektif. versi 2

Tips Belajar Efektif

Ini adalah tips belajar efektif versi 2, tambahan dari tips yang pernah saya posting dalam blog saya.
semoga bermanfaat.

1.Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya buat cari kerangkanya saja. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, kamu sudah punya gambaran atau dasarnya, tinggal menambahkan saja apa yang belum kamu tahu. Jadi begitu pulang sekolah, kamu hanya mengulang saja untuk mencari kesimpulan atau ringkasan.

2.Usahakan selalu konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran di sekolah. Materi yang kamu dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu kamu menghapal ulang pelajaran. Continue reading

MENGANTISIPASI SOAL UJIAN

MENGANTISIPASI SOAL UJIAN

Perhatikan setiap pedoman belajar

yang dibagikan oleh dosen dalam kelas sebelum ujian, atau bahkan pada awal kuliah. Misalnya: poin utama, bab-bab tertentu atau bagian-bagian suatu bab, handouts, dll.

Tanyalah dosenmu apa yang perlu diantisipasi dalam ujian

bila dia tidak memberikan informasi sedikitpun.

Perhatikan dengan lebih seksama – sebelum ujian –

poin-poin yang yang diangkat oleh dosen dalam kuliah.

Buatlah daftar pertanyaan ujian

yang akan kamu buat bila kamulah yang membuat soalnya, kemudian cobalah untuk menjawabnya.

Pelajari ujian-ujian sebelumnya

yang telah dinilai oleh dosen.

Berdiskusilah dengan teman kuliahmu

untuk menebak kira-kira soal apa yang akan keluar dalam ujian.

Perhatikan pada petunjuk

yang menunjukkan bahwa dosen mungkin menguji pada suatu ide tertentu, seperti ketika dosen:

  • berbicara tentang sesuatu lebih dari satu kali.
  • menulis material pada papan tulis.
  • memberikan waktu untuk mencatat.
  • bertanya-tanya.
  • berkata, “Ini akan muncul dalam ujian!”

 

Artikel ini mengadaptasi beberapa informasi dari On Becoming a Master Student oleh David B. Ellis dan dari How to Study in College oleh Walter Pauk.

5 Gaya mendengarkan yang harus kita hindari

Ada 5 Gaya mendengarkan yang harus kita hindari:

1.   Mengawang-awang,

ini adalah gaya mendengarkan yang benar-benar harus kita hindari sesering mungkin dalam berkomunikasi. Garing…….! Ketika orang lain berbicara, kita sedang asik dengan pikiran kita sendiri. Mungkin ini sesekali kita lakukan karena ada hal lain yang penting yang harus kita fikirkan, tapi hindari sesering mungkin karena siapapun tidak akan kembali lagi untuk bercerita kepada kita jika kita sering mengawang-awang.

2.   Pura-pura mendengarkan,

gaya ini hampir sama dengan sebelumnya, tapi yang satu ini kita kadang-kadang mengeluarkan kata-kata seolah-olah kita mendengarkan……”Oh…..”, “Masa sih..?!”, “Gitu ya?!”, “kedengarannya boleh juga….”. Biasanya lawan bicara kita akan menyadari dan kemudian meninggalkan kita karena merasa tidak cukup penting untuk didengarkan.

3.   Mendengarkan secara selektif,

Gaya ini adalah ketika kita tidak benar-benar memperhatikan isi dari apa yang ingin disampaikan orang lain, kita hanya memilih dan kemudian berkomentar tentang hal yang kita pilih itu. Misalnya ketika teman kita ingin bercerita tentang cita-citanya menjadi dokter yang terhambat karena biaya, dengan gaya selektif kita mungkin akan berkomentar “Oh…jadi dokter itu memang pekerjaan yang mulia, kakak saya juga seorang dokter dan sekarang ia sedang melakukan PTT di Ujung Pandang….……”. Kira-kira apa yang terjadi?…………. Kita mungkin bukan hanya kehilangan inti dari pembicaraan tapi mungkin kita tidak akan pernah memiliki hubungan yang dekat dengan siapapun jika kita pertahankan gaya ini.

4.   Mendengarkan yang terpusat pada diri sendiri,

Bukannya kita mencoba menyelami perasaan orang lain dan memandang dengan cara mereka memandang, gaya ini biasanya memandang sesuatu dengan “kacamata” kita. Biasanya gaya ini dimulai dengan “Saya dulu pernah mengalami hal itu, dan yang saya lakukan adalah ini….ini…..dan ini……..”, atau “Hal itu belum seberapa, Sya pernah mengalami yang lebih buruk dari itu…………”. Gaya ini biasanya diawali dengan kesibukan pikiran kita tentang diri kita ketika orang lain berbicara, kita sibuk menyiapkan ‘feedback – kalau saya’ sehingga kita melewatkan waktu mendengar lebih banyak.

5.   Menasihati, Gaya ini menjadikan kita seperti seorang yang memberikan nasihat berdasarkan pengalamannya sendiri, tanpa mendengar lebih banyak.
Dengan kelima gaya mendengarkan ini, alih-alih membina hubungan yang lebih dekat, kita mungkin malah mengambil banyak ‘tabungan hati kita’ dari orang lain yang menjadi lawan bicara kita.

 

Kris Cole. Crystal Clear Communication. 1993. Gramedia.

Tips Mencegah Mata Lelah Di Depan Komputer

Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.

Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.
berikut ini adalah beberapa tips mencegah mata lelah, saat berada di depan monitor: 

1. Jaga jarak pandang dari monitor.

Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.
Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman. Continue reading