Berbakti pada Orang Tua.

 

Birrul Walidain atau berbuat baik kepada orang tua termasuk ajaran Islam yang penting. Berbuat baik kepada mereka merupakan amal yang utama dalam pandangan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Rasulullah SAW pernah ditanya seorang sahabat tentang amal yang paling dicintai Allah. Beliau bersabda, ”Shalat tepat pada waktunya!” Sahabat itu bertanya lagi, ”Apalagi amal yang dicintai Allah, ya Rasulullah?” ”Berbuat baik kepada orang tua,” jawab beliau. Sahabat itu bertanya kembali, ”Kemudian amal apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, ”Berjihad pada jalan Allah.” (HR Bukhari)

Perintah berbuat baik kepada orang tua ditempatkan Allah sesudah perintah menyembah dan beribadah kepada-Nya. Ini mengisyaratkan berbuat baik kepada orang tua perlu menjadi perhatian setiap Muslim.

Allah SWT berfirman, ”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS 17: 23).

Menurut ayat ini, berbuat baik kepada orang tua harus ditampilkan dalam perkataan, sikap, dan perbuatan. Ini wajar dilakukan seorang anak karena orang tua telah berjasa membesarkan dan mendidiknya. Dalam kaitan ini, anak dilarang mengucapkan ‘ah’ dan bersikap kasar kepada orang tua karena dapat menyakitkan hati mereka.

Memberikan nafkah untuk orang tua termasuk cara berbuat baik kepada mereka. Allah berfirman, ”Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah, ‘Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan’. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS 2: 215).

Cara lain berbuat baik kepada orang tua diwujudkan dengan mendoakan dan memohon ampunan Allah atas dosa mereka, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Allah berfirman, ”Katakanlah, ‘Ya Tuhanku, berilah mereka berdua rahmat-Mu (kasihilah) seperti mereka mengasihiku di waktu kecil’.” (QS 17: 24).

Berbuat baik kepada orang tua yang meninggal dilakukan dengan menyambung silaturrahim dengan orang yang mempunyai hubungan kerabat dengan mereka, termasuk teman sejawat dan handai taulan mereka. Selain itu, dengan meneruskan tradisi baik yang diwariskan orang tua karena akan menjadi pahala yang tidak terputus bagi mereka.

Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa melakukan suatu amal yang baik, maka ia akan mendapat pahala dan pahala orang yang mengamalkan sesudahnya tanpa mengurangi pahala orang yang mengikutinya sedikit pun. Dan barangsiapa yang melakukan tradisi buruk (dosa), ia berdosa dan memikul dosa orang yang mengamalkan sesudahnya tanpa mengurangi dosa orang yang mengikuti itu.” (HR Nasa’i).

4 comments on “Berbakti pada Orang Tua.

  1. Alhamdulillah, masih ada yang mau mengingatkan. birrul walidain menjadi persoalan serius saat ini dalam tata hubungan anak dengan orangtua. semoga para anak sempat membaca artikel ini dan menjadi sadar betapa berdosanya durhaka kepada orang tua (uququl walidain)

  2. sederhana sekali “berbuat baik” itu ya, berbuat baik ternyata dimulai dari diri sendiri dulu dengan melaksanakan kewajiban dunia-akhirat tetapi seringkali kita terlupa… termasuk berbagi konten yang bagus di blog? he.he. salamđŸ˜€

  3. Saya suka topik ini….. untuk zaman sekarang banyak sekali anak yang suka melawan orang tua, mengatakan orang tua-nya kolot, atau ketinggalan zaman. Mereka tidak tau betapa berharganya orang tua. Orang tua kita setiap saat sedia menjadi sandaran kita dikala kesusahan. Sayangnya banyak orang jika hidup senang lupa akan orang tua-nya, sudah kesusahan baru ingat orang tua-nya hal ini juga terjadi pada sikap kita terhadap Tuhan YME. Semoga topik ini dapat bermanfaat bagi mereka yang lupa akan Orang tua. Great!!!

  4. Alhamdulillah Ane masih memiliki org tua yg lengkap dan keluarga yg hangat saling mendekatkan diri..
    Ini ajaran mulia, mencintai kedua org tua bahkan derajat mereka terletak setelah mencintai Sang Kekasih. Ber-birul walidain selagi kita sempat sebelum hari itu tiba,, hari di mana bayi yg menyusu lepas dari pangkuan ibunya,, hari di mana panggil-memanggil antara bapak dan anak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s